News & Events

Teknologi Plasmacluster Menunjukkan Efektivitas Dalam Menurunkan Risiko Penularan Novel Coronavirus (SARS-CoV-2) Melalui Udara, Pertama di Dunia

Sel, 09/22/2020 - 21:24

Hasil%20Penelitian%20di%20Teknologi%20Plasmacluster%20di%20Jepang.jpg

 

Dalam sebuah acara yang dilakukan di Jenewa beberapa waktu lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui bukti yang muncul tentang penyebaran virus corona jenis SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 melalui airborne atau udara. Walaupun belum dapat dipastikan secara valid, namun kemungkinan penyebaran ini tetap dapat terjadi jika keadaan lingkungan mendukung terhadap perkembangan virus tersebut, misalnya kualitas udara yang buruk akibat sirkulasi udara yang tidak baik . Melalui kegiatan webinar yang diselenggarakan pada hari ini (22/9),  PT Sharp Electronics Indonesia  mengumumkan temuan baru terhadap kemampuan teknologi Plasmacluster yang telah lolos uji adalam menurunkan risiko penularan Novel Coronavirus (SARS-CoV-2) melalui udara  pertama di dunia. “ Ini merupakan kontribusi yang dapat dilakukan oleh Sharp dalam membantu menjaga kesehatan konsumen setianya di seluruh dunia”, ungkap Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia.

 

Sharp Corporation bersama dengan Profesor Jiro Yasuda dari Pusat Penelitian Nasional untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular,  Institute of Tropical Medicine, Universitas Nagasaki, Professor Asuka Nanbo (anggota Dewan Perkumpulan Virologi Jepang)  Universitas Nagasaki, dan Profesor Hironori Yoshiyama dari Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Shimane (juga anggota Dewan institusi yang dihormati secara internasional dalam penelitian penyakit menular di Jepang   untuk pertama kalinya di dunia melakukan penelitian virus corona baru (SARS-CoV-2) melalui  perangkat uji virus yang dilengkapi dengan teknologi Plasmacluster dari Sharp. Dalam penelitian ini  virus corona baru (SARS-CoV-2)  yang melayang di udara disinari oleh  ion Plasmacluster selama sekitar 30 detik *3, hasilnya menunjukan bahwa titer infeksi virus *4 dapat berkurang lebih dari 90%.

 

Pada bulan Desember 2019 lalu, wabah "penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19)" yang disebabkan oleh virus corona baru (SARS-CoV-2) mulai tersebar, dan pada Agustus 2020, lebih dari 25 juta orang telah terinfeksi SARS-CoV- 2 dan lebih dari 840.000 orang di dunia meninggal karena penyakit menular ini *5.  Wabah ini telah menjadi pandemic global dimana tindakan penanggulangan guna melakukan  pencegahan di berbagai bidang harus segera dilakukan.

 

Pada tahun 2004, Sharp sudah membuktikan keefektifan dari teknologi Plasmacluster terhadap virus corona yang menyebar melalui kucing, anggota keluarga Coronaviridae *6. Pada tahun berikutnya, ditahun  2005,  kembali Sharp membuktikan  keefektifannya terhadap virus asli SARS coronavirus * 7 (SARS-CoV), yang menyebabkan wabah  (2002-2003) dan secara genetik mirip dengan novel coronavirus (SARS-CoV-2).  Dan di tahun 2020 Sharp telah memastikan bahwa Ion Plasmacluster yang dimilikinya juga efektif melawan "virus korona baru" (SARS-CoV-2) yang mengambang di udara.

 

Sejak tahun 2000, Sharp telah mempromosikan ‘Pemasaran Akademik’ *8 guna membuktikan  keefektifan teknologi Plasmacluster dengan bekerja sama dengan tiga puluh  lembaga penelitian  independen  pihak ketiga di delapan negara dunia. Sejauh ini, banyak lembaga penelitian independen yang bekerjasama dengan Sharp telah membuktikan secara klinis kemampuan Plasmacluster  dalam menekan aktivitas zat berbahaya termasuk virus influenza pandemi baru, bakteri yang resistan terhadap obat, dan alergen tungau, serta mengurangi tingkat peradangan bronkial *9 pada anak-anak penderita asma. Pada saat yang sama, keamanan ion Plasmacluster juga telah dikonfirmasi * 10 oleh lembaga penelitian terhadap tubuh manusia. “Kedepannya, Sharp akan terus berkontribusi kepada kesehatan masyarakat dengan melakukan berbagai penelitian dengan memverifikasi berbagai aplikasi teknologi Plasmacluster guna menunjukkan keefektifan Ion Plasmacluster bagi kesehatan masyarakat dunia”, ungkap Hiromasa Okajima - SAS Global Plasmacluster Equipment Product Planning Division General Manager”.

 

Dr. Jiro Yasuda, Profesor, Pusat Penelitian Nasional untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Universitas Nagasaki  selaku kepala dalam penelitian ini menyatakan “Penggunaan disinfektan seperti alkohol dan deterjen (surfaktan) sangat efektif untuk penanggulangan virus yang melekat (adhesive), namun belum ada penanggulangan efektif untuk mengurangi risiko infeksi yang dimediasi oleh aerosol (mikrodroplet) selain memakai masker, namun dengan penelitian ini  dapat dipastikan  jika teknologi Plasmacluster terbukti dapat menonaktifkan virus corona jenis baru yang tersuspensi di udara, sehingga diharapkan dapat menurunkan resiko terinfeksi virus  tidak hanya di rumah, perkantoran, kendaraan, tetapi juga di ruang fisik seperti institusi medis.

 

 

* 1   Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2):  Jenis virus corona yang

        menyebabkan   penyakit coronavirus 2019 (COVID-19).

* 2  Dalam teknologi pemurnian udara emisi ion (mulai 7 September 2020; berdasarkan penelitian

       Sharp).

* 3  Dihitung dengan membagi volume ruang uji dengan laju pemulihan aliran, dengan asumsi bahwa

       aerosol yang  mengandung virus melewati ruang dengan kecepatan konstan.

* 4 Jumlah virus menular

* 5 Berdasarkan data dari Johns Hopkins University (per 31 Agustus 2020).

* 6 Diumumkan pada 27 Juli 2004.

* 7 Coronavirus terkait sindrom pernafasan akut yang parah: Spesies dan virusnya - pernyataan dari

       Kelompok  Studi Coronavirus. bioRxiv doi 10.1101 / 2020.02.07.937862 (11 Februari 2020).

* 8 Metode pemasaran untuk mempromosikan komersialisasi produk berdasarkan verifikasi data

       ilmiah tentang keefektifan teknologi bekerja sama dengan lembaga penelitian akademis

       terkemuka.

* 9 Diumumkan pada 18 September 2014.

* 10 Pengujian dilakukan oleh LSI Medience Corporation (toksisitas inhalasi, iritasi mata / kulit / korosi,

        dan uji  teratogenisitas, ditambah studi toksisitas reproduksi dua generasi)

 

• Plasmacluster adalah merek dagang terdaftar dari Sharp Corporation.

 

 

Rangkuman Uji Verifikasi

  • Organisasi penguji: Pusat Penelitian Nasional untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CCPID) / Institut Pengobatan Tropis, Universitas Nagasaki
  • Alat uji verifikasi: Perangkat penguji virus yang dilengkapi dengan teknologi Plasmacluster.

Penelitian%201.jpg

Konsentrasi ion Plasmacluster: Kurang lebih 10 juta / cm3 (di sekitar generator ion Plasmacluster)

  • Volume ruang uji:  Sekitar 3 liter
  • Studi kontrol: Perbandingan menggunakan perangkat yang dijelaskan di atas tanpa pembentukan ion Plasmacluster
  • Validasi virus: Novel Coronavirus (SARS-CoV-2)
  • Metode pengujian

1) Melepaskan  virus berbentuk aerosol melalui  perangkat uji dari generator.

2) Memulihkan virus berbentuk aerosol setelah terpapar ion Plasmacluster.

3) Menghitung titer virus yang masih berpontensi menginfeksi dari larutan virus yang

     telah dipulihkan dengan plak uji*

 

* Tes standar untuk mengevaluasi jumlah virus menular dalam sampel.

  • Hasil

Tabel 1

Pengaruh ion Plasmacluster pada titer infeksi novel coronavirus (SARS-CoV-2) yang tersuspensi di udara

 

Without Plasmacluster ions

With Plasmacluster ions

Reduction

Infectious virus titer (number of plaque)

1.76 x 104

1.54 x 103

91.3%

Penelitian%202.jpg

  • Tentang Teknologi Plasmacluster

Ion bermuatan positif (H + (H2O) m) dan ion bermuatan negatif (O2– (H2O) n) dilepaskan ke udara secara bersamaan, dan ion positif dan negatif secara instan mengikat pada permukaan bakteri di udara, jamur, virus, alergen, dan sejenisnya, kemudian mengubahnya menjadi radikal OH (hidroksil) yang memiliki daya oksidasi sangat tinggi. Ini adalah teknologi pemurnian udara unik yang bekerja untuk menekan aktivitas bakteri, dll, dengan memecah protein di permukaan tubuh mereka melalui reaksi kimia.

Penelitian%203.jpg

Perbandingan Daya Oksidasi

Radikal OH– (hidroksil) memiliki daya oksidasi terkuat di antara spesies oksigen aktif.

 

Active Oxygen Species

Chemical Formula

Standard Oxidation Potential [V]

OH (hydroxyl) radical

×OH

2.81

Oxygen atom

×O

2.42

Ozone

O3

2.07

Hydrogen peroxide

H2O2

1.78

Hydroperoxyl radical

×OOH

1.70

Oxygen molecule

O2

1.23

 

Lembaga Penelitian yang Bekerjasama dengan Sharp Corporation

Target

Testing and Verification Organization

Efficacy proven in clinical trials

Graduate School of Medicine, University of Tokyo / Public Health Research Foundation

Faculty of Science and Engineering, Chuo University / Clinical Research Support Center, University Hospital, University of Tokyo

Animal Clinical Research Foundation

Soiken Inc.

School of Bioscience and Biotechnology, Tokyo University of Technology

National Trust Co., Ltd. / HARG Treatment Center

National Center of Tuberculosis and Lung Diseases, Georgia

Dentsu ScienceJam Inc.

Littlesoftware Inc.

National Institute of Fitness and Sports in Kanoya

Viruses

Kitasato Research Center of Environmental Sciences

Seoul National University

Shanghai Municipal Center for Disease Control and Prevention, China

Kitasato Institute Medical Center Hospital

Retroscreen Virology, Ltd., UK

Shokukanken Inc.

University of Indonesia

Hanoi College of Technology, Vietnam National University, Vietnam

Institut Pasteur, Ho Chi Minh City, Vietnam

 

National Research Center for the Control and Prevention of

Infectious Diseases/Institute of Tropical Medicine,

Nagasaki University

Allergens

Graduate School of Advanced Sciences of Matter, Hiroshima University

Department of Biochemistry and Molecular Pathology, Graduate School of Medicine, Osaka City University

Fungi

Ishikawa Health Service Association

University of Lübeck, Germany

Professor Gerhard Artmann, Aachen University of Applied Sciences, Germany

Japan Food Research Laboratories

Shokukanken Inc.

Shanghai Municipal Center for Disease Control and Prevention, China

Biostir Inc.

Medical Mycology Research Center, Chiba University

Bacteria

Ishikawa Health Service Association

Shanghai Municipal Center for Disease Control and Prevention, China

Kitasato Research Center of Environmental Sciences

Kitasato Institute Medical Center Hospital

Dr. Melvin W. First, Professor Emeritus, Harvard School of Public Health, US

Animal Clinical Research Foundation

University of Lübeck, Germany

Professor Gerhard Artmann, Aachen University of Applied Sciences, Germany

Japan Food Research Laboratories

Shokukanken Inc.

Chest Disease Institute, Thailand

Biostir Inc.

Odors, pet smells

Boken Quality Evaluation Institute

Skin beautifying effects

School of Bioscience and Biotechnology, Tokyo University of Technology

Hair beautifying effects

Saticine Medical Co., Ltd.

C.T.C Japan Ltd.

Plant

Facility of Agriculture, Shizuoka University

Hazardous chemical substances

Sumika Chemical Analysis Service Ltd.

Indian Institutes of Technology

Working mechanism of inhibitory effects on viruses, fungi, and bacteria

Professor Gerhard Artmann, Aachen University of Applied Sciences, Germany

Working mechanism of inhibitory effects on allergens

Graduate School of Advanced Sciences of Matter, Hiroshima University

Working mechanism of skin moisturizing (water molecule coating) effect

Research Institute of Electrical Communication, Tohoku University

 

Profil Peneliti

Nagasaki university (Experiment/Advice of test device development)

Professor Jiro Yasuda

Director:

BSL-4 Facility Project Office, National Research Center for the Control and Prevention of Infection Disease, Nagasaki university

 

Head & Professor:

Department of Emerging Infectious Diseases, Institute of Tropical Medicine, Nagasaki University